Sabtu, 22 Oktober 2011

CERPEN ( Cerita Pendek)

PROLOG

Cerita pendek merupakan salah satu sastra yang telah menjadi bagian penting konsumsi pembaca saat ini. Hanya sedikit Koran dan majalah di dunia yang tidak memuat cerita pendek sebagai salah satu materi isinya. Namun bagi masyarakat awam yang tidak bergelut dengan penelitian sastra amat sukar meyusur dan menguak latar belakang kelahiran, perkembangan dan tokoh-tokoh cerita pendek dunia. Thread ini setidaknya menjadi penunjuk ke arah itu, meskipun masaih dalam tahap dan strata yang sederhana.

PENGERTIAN

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang.

SEJARAH CERITA PENDEK

Kapan sesungguhnya cerita pendek di tulis dan dikenal oleh masyarakat pembaca? Menurut catatan, cerita pendek telah ada sejak ribuan tahun lalu lahir di Mesir tepatnya 3200 SM, tumbuh berkembang di Timur Tengah, terus menyebar ke Yunani dan Romawi dan berkembang dan tumbuh di Eropa. Cerita pendek bermula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Kisah-kisah tersebut disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama, dengan irama yang berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Bentuk kuno lainnya dari cerita pendek adalah fabel, sage, mite, dan legenda.

Kemudian berkembang menjadi anekdot, populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan, sebuah cerita realistis yang singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang bertahan belakangan dikumpulkan dalam Gesta Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.

William Shakespeare sastrawan kondang asal Inggris mengambil bahan-bahan drama dan puisi-puisinya dari cerita rakyat yang kemudian member pengaruh kepada para penulis ceita pendek. Dikatakan bahwa drama-drama Shakespeare dipengaruhi oleh cerita Pyramus & Thisbe, yaitu cerita pendek Yunani Kuno. Sedangkan bentuk-bentuk cerita pendek Yunani dipengaruhi oleh cerita-cerita dari Mesir purba, yang telah ada di negeri itu sekitar 3500-3200 sebelum masehi. Menjalar ke Eropa dan berkembang selama tahun-tahun awal masehi hingga abad pertengahan dimana Boccacio (1313-1375) memperkenalkan karangannya dalam buku Decameron, Gesta Romanorum dan Gold Legend. Tetapi bentuk cerita yang sesungguhnya sebagai genre sastra terpola dalam plot yang memenuhi kaidah sebuah karangan estetik baru muncul pada abad kesembilan belas di Eropa Barat, Rusia dan Amerika.

CERITA PENDEK MODERN

Dua bersaudara, Jacob Grimm (1785-1863) dan Wilhelm Grimm (1786-1859) merupakan pemula cerita pendek modern dengan mengangkat cerita-cerita rakyat dan mengubahnya ke dalam bentuk cerita yang hidup di masa itu. Mereka sangat terkenal dengan dongeng-dongeng modern, kemudia diikuti E.T.A. Hoffmann (1776-1812) yang menulis cerita pendek modern tentang hantu dan mahluk jadi-jadian. Hoffmann sebagai bapak cerita Gothic, yaitu cerita seram mengenai mahluk aneh dan ajaib dari dunia roh, dunia spiritual.

Selanjutnya diadopsi oleh beberapa pengarang Amerika Serikat seperti Washington Irving (1783-1859) yang menggarap tema-tema Grimm dan Hoffmann. Pengarang Amerika yang menciptakan bentuk baru dalam sastra cerita pendek dan menjadikan cerita pendek sebagai genre sastra mandiri dan kuat ialah Edgar Allan Poe (1809-1849). Ia menyajikan cerita gothic yang kuat dan perintis bentuk cerita detektif sehingga digelari Bapak Cerita Detektif Dunia. Disamping Poe, muncul secara bersamaan ualah Nathanael Hawthorne (1804-1864) yang menulis dengan tema kemanusiaan. Cerita pendeknya bersifat folosofis mengandalkan kekuatan cerita pada tema bukan pada surprise ending.


Dalam kurun waktu yang sama di Prancis muncul para pengarang seperti Honore de Balzac (1799-1850) dan Prosper Merimae (1803-1870) yang memperlihatkan bentuk baru sastra cerita pendek dengan kejutan akhir (surprise ending) dan menekankan pada kepelikan cerita, liku-likunya dan segala peristiwa yang muncul di dalam cerita. Para pengarang Prancis lebih memperlihatkan kehidupan nyata ketimbang hal berbau supranatural. Mereka justru membongkar kehidupan nyata. Karakter kuat Guy de Maupassant dan upaya menyajikan nilai hiburan membuat cerita pendeknya dihargai hingga sekarang ini.

Di Rusia muncul Alexander Pushkin (1799-1837) yang member pengaruh kepada para sastra yang datang kemudian seperti Nikolai Gogol (1809-1852), I.S. Turgenew (1818-1883), Fyodor Dostoyevsky (1821-1881) dan Leo Tolstoy ( 1828-1910). Jika Pushkin banyak menyajikan dunia militer dalam perang dalam ceritanya, maka Gogol menyajikan kehidupan masyarakat Kosak, tempat ia berasal. Turgenew melukiskan dunia Rusia di abad kesembilanbelas dengan panorama fisik dan rohani yang khas sedangkan Dostoyevsky banyak menggarap dunia kejiwaan dengan aspek social, ekonomi dan politik yang dilandasi pengalaman pribadi yang traumatik.

SEJARAH CERITA PENDEK DI INDONESIA

M. Kasim dan Soeman Hs. yang mula menulis cerita-cerita panjang lucu dan kemudian melahirkan genre cerita pendek dalam sastra Indonesia. Pada tahun 1936 karya sastra cerpen mewarnai sastra Indonesia melalui karya M. Kasim berjudul Teman Duduk yang diterbitkan Balai Pustaka. Disusul dengan Soeman Hs dengan Kawan Bergelut yang terbit tahun 1938. Demikian pula para pengarang itu (diantaranya ada juga yang dapat digolongkan sebagai cerita pendek panjang yang panjang). M.Kasim dan Suman Hs. Tidak menghasilkan cerita-cerita pendek yang berkualitas sastra, tetapi mereka tetap dianggap sebagai Bapak Cerita Pendek Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar